Pesatnya pertumbuhan investasi mata uang crypto telah meningkatkan kebutuhan investor untuk mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah tingginya tingkat risiko dan volatilitas pasar. Dalam konteks ini, faktor demografis, khususnya status pekerjaan, dianggap sebagai variabel penting yang memengaruhi cara individu mengevaluasi informasi dan mengelola ketidakpastian saat berinvestasi di aset crypto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status pekerjaan terhadap pengambilan keputusan investasi mata uang crypto antara kelompok mahasiswa dan pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparatif. Sampel terdiri dari 176 investor mata uang crypto yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berdasarkan skala Investment Decision Making (IDM) yang telah dimodifikasi, yang mengukur kecenderungan individu dalam mengevaluasi risiko, memproses informasi, dan menentukan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambil keputusan investasi mata uang crypto (p < 0,05). Mahasiswa cenderung mengambil keputusan investasi secara lebih cepat dan intuitif, serta seringkali mengandalkan penilaian risiko yang cermat serta proses evaluasi yang lebih lama. Temuan ini menunjukkan bahwa status pekerjaan memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pengambilan keputusan investasi individu di pasar mata uang crypto yang dinamis.
Copyrights © 2026