Penelitian berfokus pada identifikasi kinerja terbaik peningkatan kapabilitas APIP, analisis penyebab perbedaan PM dengan evaluasi hasil PM, dan analisis tantangan peningkatan kapabilitas APIP yang menjadi dasar perumusan strategi terbaik peningkatan kapabilitas APIP pada Inspektorat Daerah Kabupaten Subang dalam memberikan pelayanan penjaminan dan konsultansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif single case study dan abduktif dengan metode purposive sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara APIP, Pembina APIP, dan akademisi serta dilakukan FGD. Data sekunder diperoleh melalui literatur terdahulu, salindia, bukti pendukung, laporan, dan regulasi kapabilitas APIP. Pengolahan data menggunakan analisis model interaktif dan triangulasi menggunakan NVIVO 15. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Subang mencapai level 3 dimulai dari komitmen Pimpinan APIP dan setiap APIP yang diikuti koordinasi intern, koordinasi dengan pemangku kepentingan, dan kinerja pemenuhan seluruh elemen, serta indikator tata kelola. Penyebab perbedaan penilaian yaitu pemahaman yang belum memadai, bukti pendukung kurang, belum sesuai, dan substansi belum memadai, pendokumentasian belum tertib, serta keterbatasan waktu. Strategi mengatasi perbedaan tersebut berupa kesadaran, komitmen, dan konsistensi pemenuhan bukti pendukung, konsultansi dengan BPKP, perencanaan yang matang, dan reviu berjenjang bukti pendukung. Selanjutnya, Inspektorat Daerah Kabupaten Subang belum menunjukkan evaluasi perbaikan kualitas pengawasan secara berkelanjutan karena terdapat tantangan peningkatan kapabilitas APIP menuju level 4 pada seluruh elemen dan indikator tata kelola. Strategi peningkatan kapabilitas APIP perlu dilakukan pada seluruh elemen dan indikator tata kelola sebagaimana dijelaskan dalam hasil penelitian dan pembahasan. Diharapkan Inspektorat Daerah Kabupaten Subang meningkatkan komitmen Pimpinan APIP, setiap APIP, dan pemangku kepentingan dalam mempertahankan dan meningkatkan kapabilitas APIP hingga terinternalisasi dan berkelanjutann
Copyrights © 2026