Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan crowdfunding dan fintech lending terhadap akses permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner, ritel, dan jasa di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 150 pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) dan pernah menggunakan pembiayaan berbasis fintech. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria UMKM yang telah mengakses crowdfunding dan/atau fintech lending. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan crowdfunding berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses permodalan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme pendanaan berbasis partisipasi publik mampu menjadi alternatif pembiayaan yang relevan bagi UMKM yang menghadapi keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Selain itu, pembiayaan fintech lending juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses permodalan UMKM, terutama melalui kemudahan proses pengajuan dan kecepatan pencairan dana. Secara simultan, crowdfunding dan fintech lending memberikan kontribusi yang kuat dalam meningkatkan akses permodalan UMKM. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pembiayaan digital sebagai pelengkap pembiayaan konvensional dalam mendorong inklusi keuangan dan keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Copyrights © 2026