Penelitian ini menganalisis fenomena degradasi lingkungan di pusat manufaktur Indonesia yang sering kali mengabaikan prinsip keseimbangan alam (mizan). Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh aglomerasi industri, eksternalitas, dan investasi lingkungan terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dalam perspektif Ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah analisis data panel pada 10 provinsi industri manufaktur periode 2018-2024. Berdasarkan hasil pengujian (Uji Chow dan Uji Hausman), Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai model estimasi terbaik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aglomerasi industri dan eksternalitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas lingkungan, sedangkan investasi lingkungan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap IKLH. Temuan ini menekankan pentingnya internalisasi nilai Hifdzul Biah dalam kebijakan industri untuk mencegah kerusakan bumi (fasad).
Copyrights © 2026