Pesatnya perkembangan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance) menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebutuhan Operasi dan Latihan, khususnya pada kualifikasi Payload Operator. Saat ini di lingkungan TNI AU Payload Operator diawaki oleh perwira Korps Elektronika, namun dalam kenyataan di lapangan personel Payload Operator belum memiliki standardisasi kualifikasi dan jenjang karier yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan profesionalisme Payload Operator melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus Skadron Udara yang berada dibawah jajaran Grup 4 Khusus. Data dikumpulkan melalui observasi operasional dan analisis kebijakan pembinaan profesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya celah kompetensi pada aspek intelijen dan taktik udara akibat minimnya infrastruktur dan pelatihan yang harusnya didapatkan oleh Payload Operator. Penelitian ini mengusulkan sebuah matriks kompetensi integratif yang membagi Payload Operator ke dalam tingkatan Basic, Intermediate, dan Advanced yang mencakup Tiga Pilar Emas yaitu Elektronika, Intelijen dan Taktik Udara. Implementasi matriks ini diharapkan dapat menjadi gambaran bagi TNI AU dalam menciptakan sistem pembinaan karier yang terukur, linier, dan kompetitif bagi Payload Operator dalam ekosistem UAV di TNI AU.
Copyrights © 2026