Penderitaan merupakan realitas universal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia kerja yang penuh tekanan seperti industri pariwisata dan perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep penderitaan dalam Kitab Ayub, mengkaji bentuk ketahanan spiritual Ayub dalam menghadapi penderitaan, serta menjelaskan implikasinya bagi etika pelayanan dalam industri pariwisata dan perhotelan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber teologis, ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Ayub memandang penderitaan sebagai realitas eksistensial yang tidak selalu berkaitan dengan dosa pribadi, melainkan sebagai bagian dari misteri kedaulatan Allah. Ketahanan spiritual Ayub tercermin melalui kesetiaannya kepada Allah, kejujuran dalam mengungkapkan pergumulan, serta pengharapan yang tetap dipertahankan di tengah penderitaan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan dalam industri hospitality yang ditandai oleh tekanan kerja, ketidakpastian, dan tuntutan pelayanan yang tinggi. Implikasi ketahanan spiritual Ayub bagi etika pelayanan terlihat pada pengembangan sikap sabar, integritas, tanggung jawab, dan keteguhan dalam melayani pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa spiritualitas dapat menjadi sumber daya internal yang penting bagi pekerja pariwisata dan perhotelan dalam menjaga profesionalisme, kestabilan emosional, dan kualitas pelayanan di tengah berbagai tantangan pekerjaan.
Copyrights © 2026