Artikel ini membahas dinamika pembentukan kebijakan imigrasi Amerika Serikat pada masa pemerintahan Joe Biden dengan fokus pada upaya menciptakan pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani krisis migran dari kawasan Northern Triangle of Central America (Guatemala, Honduras, dan El Salvador). Menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis dokumen kebijakan, pernyataan resmi pemerintah, serta langkah diplomatik yang diambil dalam merespons peningkatan arus migrasi. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah Biden berusaha melakukan reposisi kebijakan imigrasi melalui perluasan jalur perlindungan, peningkatan kapasitas pemrosesan suaka, dan penguatan kerja sama regional untuk mengatasi faktor pendorong migrasi seperti kekerasan, ketidakstabilan ekonomi, dan degradasi sosial. Meski demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk resistensi politik domestik, keterbatasan sumber daya, serta ketegangan antara komitmen yang mengedepankan kemanusiaan dan tuntutan keamanan perbatasan. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya membangun kebijakan imigrasi yang lebih berpihak pada manusia memerlukan strategi konsisten, kolaborasi regional yang kuat, serta reformasi institusional yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026