Telah dipelajari pengaruh rasio aluminium slag dengan fly ash pada pembuatan keramik melalui metode sintering pada temperature 1.200 °C. Fly ash diperoleh dari limbah PLTU tarahan sedangkan aluminium slag diperoleh dari pengecoran ulang aluminium. Rasio penambahan fly ash terhadap aluminium slag adalah 2:3, 1:1, dan 3:2 dalam perbandingan berat. Pembuatan keramik diawali dengan proses pencampuran bahan baku ditambahkan 500 mL aquades dan 2M HCl pekat. Dicetak menggunakan mesin press hidrolik dengan tekananan 100 kg/cm2. Selanjutnya dioven pada temperature 200°C selama 6 jam dilanjutkan proses sintering pada temperatur 1.200°C selama 4 jam pada sebuah muffle furnace. Karakterisasi dilakukan menggunakan X-ray fluorescence (XRF), X-ray diffraction (XRD), serta pengujian kekerasan Vickers dan densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio fly ash dalam campuran menyebabkan kenaikan kandungan SiO₂ dan penurunan Al₂O₃ pada produk keramik. Fasa kristal utama yang terbentuk adalah mullite, clinozoisite, dan kuarsa. Kekerasan keramik meningkat seiring dengan penambahan fly ash, dimana nilai kekerasan tertinggi sebesar 171,3 HV dicapai pada komposisi 60% fly ash. Namun, peningkatan fly ash juga menyebabkan penurunan densitas keramik hingga 1,63 g/cm³. Fasa mullite dan clinozoisite merdampak pada peningkatan kekuatan mekanik produk keramik. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah fly ash dan aluminium slag berpotensi besar sebagai bahan baku keramik ramah lingkungan, namun diperlukan optimasi komposisi agar diperoleh kombinasi sifat mekanik dan fisik yang optimal. Kata kunci: fly ash, aluminium slag, keramik, sintering, mullite, clinozoisite,
Copyrights © 2026