Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses sekuritisasi terhadap identitas dan ruang hidup komunitas Dayak Kenyah yang direpresentasikan dalam film Napas Bumi (Kalimantan). Menggunakan teori sekuritisasi dengan fokus pada keamanan sosial (societal security), penelitian ini membahas bagaimana isu pelestarian budaya dan lingkungan dikonstruksikan menjadi ancaman eksistensial yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi peran aktor, tindakan tutur (speech act), dan peran audiens terhadap narasi film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi dilakukan kolaborasi strategis antara pemerintah pusat/daerah dan tim produksi film sebagai aktor sekuritisasi. Film ini berfungsi sebagai instrumen speech act yang menggambarkan kerentanan budaya Dayak kenyah akibat degradasi dan modernisasi melalui simbolisme ritual, musik, dan tradisi. Efektivitas sekuritisasi di validasi oleh penerimaan audiens melalui platform Pekan Kebudayaan Nasional dan media digital.
Copyrights © 2026