Pendamping Desa adalah pengelola proyek pembangunan di desa. Kerja Pendampingan Desa difokuskan pada upaya memberdayakan masyarakat desa melalui proses belajar sosial. Proses penerimaan pendamping desa dilakukan seleksi administrasi dan seleksi tes yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten.Dalam proses seleksinya terdapat beberapa masalah yaitu penentuan atau perangkingan yang masih manual dikarenakan pada tahapan seleksi sering terjadi kecurangan. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya sistem yang dapat mengelola dan menyeleksi kriteria-kriteria dalam penerimaan pendamping secara obyektif agar didapatkan sebuah hasil keputusan yang cepat, tepat dan akurat. Konsep dasar SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari kinerja setiap alternatif pada semua. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan () ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.dengan semua rating alternatif yang ada. Metode SAW dapat diterapkan dalam penerimaan pendamping desa, karena metode SAW dapat menghasilkan sistem pendukung keputusan yang menentukan layak atau tidak layaknya pelamar berdasarkan bobot yang telah ditentukan. Kata Kunci : Pendamping Desa, Penerimaan, SAW
Copyrights © 2017