Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan individu yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dukungan sosial teman sebaya. Interaksi ini berupa pemberian dukungan yang meliputi perhatian emosional, penghargaan, bantuan instrumental, dan penyediaan informasi, serta melibatkan keakraban yang cukup erat di antara anggota kelompok tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII di SMPN 2 Rantepao yang berjumlah 492 orang dengan sampel sebanyak 221 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Student Social Support Scale dan Self Reporting Questionnaire (SRQ- 20). Pengolahan data menggunakan SPSS versi 26. Uji statistik menggunakan chi-square dengan nilai α = 5% (0,05). Hasil menunjukkan mayoritas dukungan sosial teman sebaya baik sebanyak 143 responden (64,7%), dan mayoritas kesehatan mental remaja tidak mengalami gangguan mental emosional (GME) sebanyak 116 responden (52,5%). Dinyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesehatan mental remaja dengan nilai p-value = 0,000 (p < α). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN 2 Rantepao Tahun 2025. Diharapkan kepada pihak sekolah dan puskesmas untuk melakukan skrining awal dan bimbingan konseling kepada remaja.
Copyrights © 2026