Media sosial X (sebelumnya Twitter) telah menjadi sumber penting untuk memahami opini publik terhadap berbagai isu sosial dan politik. Salah satu isu yang memicu beragam tanggapan masyarakat adalah pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja dua arsitektur deep learning, yaitu Convolutional Neural Network satu dimensi (CNN-1D) dan Gated Recurrent Unit (GRU), dalam mengklasifikasikan sentimen publik berbahasa Indonesia ke dalam kategori positif, netral, dan negatif. Sebanyak 3.567 tweet dikumpulkan melalui API resmi platform X dalam periode 8 September hingga 8 Oktober 2025. Data diproses melalui tahapan pembersihan (cleansing data), case folding, normalisasi, dan tokenisasi. Pelabelan sentimen dilakukan menggunakan pendekatan berbasis leksikon (InSet), menghasilkan distribusi positif sebesar 1.957 (54,86%), negatif sebesar 934 (26,18%), dan netral sebesar 676 (18,95%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa CNN-1D mengungguli GRU dengan akurasi 80%, dibandingkan dengan 65% pada GRU. CNN-1D lebih efektif dalam mengekstraksi fitur lokal pada teks pendek, sedangkan GRU berfokus pada pemodelan dependensi sekuensial. Temuan ini menegaskan pentingnya kesesuaian antara arsitektur model dan karakteristik data dalam analisis sentimen pada teks pendek.
Copyrights © 2026