Penelitian ini menganalisis dampak ekonomi pembangunan fisik pariwisata di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara, dengan fokus pada tiga kelompok pelaku usaha lokal: pemilik warung, pemilik kapal, dan penjual souvenir. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis tematik terhadap data wawancara dan observasi, penelitian menemukan bahwa peningkatan fasilitas fisik tidak selalu menghasilkan peningkatan perekonomian dalam usaha masyarakat. Temuan menunjukkan pemilik warung mengalami penurunan pelanggan akibat relokasi lokasi usaha dan meningkatnya biaya operasional. Pendapatan pemilik kapal bersifat fluktuatif mengikuti musim kunjungan, sedangkan penjual souvenir hanya merasakan manfaat ekonomi pada periode kunjungan puncak. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan fisik destinasi belum mampu menciptakan efek pengganda ekonomi secara merata. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memperkuat kapasitas dan posisi tawar pelaku usaha lokal serta penelitian lanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan pariwisata untuk menjamin pemerataan manfaat ekonomi.
Copyrights © 2026