Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem persediaan bahan baku dan proses produksi pada Aldi Mandomai Meubel di Kota Palangka Raya serta mengevaluasi efisiensi biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), dan Reorder Point (ROP). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan bahan baku. Bahan baku utama yang digunakan meliputi kayu ulin, benuas, meranti, dan kayu lokal bandsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem persediaan bahan baku pada perusahaan masih dilakukan secara manual berdasarkan pengalaman manajerial sehingga belum optimal dalam pengendalian biaya persediaan. Hasil analisis EOQ menunjukkan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal sebesar 4,6 m³ setiap kali pemesanan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 14 kali per tahun. Perhitungan Safety Stock sebesar 14,83 m³ dan Reorder Point sebesar 15 m³ menunjukkan batas persediaan minimum untuk melakukan pemesanan kembali guna menjaga kelancaran produksi. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp1.391.086 per tahun, lebih rendah dibandingkan sistem perusahaan sebesar Rp4.350.000 per tahun, sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar Rp2.958.914 per tahun. Penerapan metode EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku serta mendukung kontinuitas proses produksi pada industri mebel.
Copyrights © 2026