Tanah merupakan koponen utama untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta berfungsi sebagai media tumbuh sekaligus penyedia unsur hara, udara, dan udara bagi tanaman. Kualitas tanah sangat ditentukan oleh sifat fisiknya, seperti tekstur, struktur, dan bobot isi, yang berperan dalam mengatur ketersediaan udara, aerasi, serta pertumbuhan akar. Oleh karena itu diperlukan penelitian terkait sifat fisik tanah untuk menentukan lokasi yang sesui bagi pertumbuhan tanaman kopi Robusta berdasarkan ketinggian tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik tanah pada lahan kopi Robusta berdasarkan perbedaan ketinggian tempat di kawasan Gunung Karang. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan pengambilan sampel tanah pada tiga ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah di Desa Panyaungan jaya (±385 mdpl), dataran sedang di Desa Juhut (±551 mdpl), dan dataran tinggi di Desa Citaman (±742 mdpl). Sampel dianalisis di laboratorium untuk menentukan tekstur tanah (metode pipet), struktur tanah (observasi visual), dan bobot isi tanah (metode gravimetri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sifat fisik tanah seiring peningkatan ketinggian. Tekstur tanah berubah dari lempung di dataran rendah menjadi lempung berdebu di dataran sedang dan tinggi. Struktur tanah juga mengalami perubahan dari granular sedang-kasar menjadi granular halus, yang menunjukkan peningkatan stabilitas agregat. Selain itu, bobot isi tanah menurun dari kategori sedang menjadi ringan, menandakan peningkatan porositas dan kondisi aerasi yang lebih baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada dataran tinggi memiliki stabilitas agregat, porositas, dan kapasitas menahan udara yang lebih baik.
Copyrights © 2026