Kedelai edamame (Glycine max L.) merupakan komoditas bernilai tinggi yang produktivitasnya dipengaruhi oleh pengelolaan lingkungan dan populasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil panen kedelai edamame. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Negeri Lampung menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik), sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam (30x10 cm, 30x15 cm, 30x20 cm, dan 30x25 cm). Hasil analisis varians menunjukkan bahwa jenis mulsa tidak berpengaruh signifikan terhadap semua variabel, sedangkan jarak tanam berpengaruh sangat signifikan terhadap jumlah polong, berat polong berisi, dan berat total polong. Interaksi antara kedua faktor tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Jarak tanam 30x20 cm (J3) menghasilkan pertumbuhan dan jumlah polong yang paling optimal. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu dekat (30x10 cm) mengurangi produktivitas karena persaingan antar tanaman yang tinggi. Secara agronomis, kombinasi mulsa jerami dan jarak tanam 30x20 cm (M1J3) memberikan hasil terbaik, dengan hasil panen mencapai 20,76 ton/ha. Meskipun mulsa tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, penggunaan mulsa jerami cenderung meningkatkan hasil panen secara numerik dengan menjaga kelembapan tanah dan menekan fluktuasi suhu. Studi ini merekomendasikan penggunaan jarak tanam 30x20 cm sebagai standar optimal untuk meningkatkan hasil panen kedelai edamame.
Copyrights © 2026