Penelitian ini mengevaluasi efektivitas berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil edamame (Glycine max L.) dalam sistem budidaya organik. Percobaan dilakukan dari April hingga Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan: tanpa mulsa (kontrol), mulsa daun Gynura procumbens, mulsa batang pisang, dan mulsa plastik, masing-masing direplikasi empat kali. Parameter pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah daun) dan komponen hasil (jumlah polong, polong terisi, berat polong, dan biomassa) diukur dan dianalisis menggunakan ANOVA diikuti dengan LSD pada 5%. Hasil menunjukkan bahwa penerapan mulsa secara signifikan meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil dibandingkan dengan kontrol. Mulsa Gynura procumbens menunjukkan kinerja terbaik, meningkatkan tinggi tanaman (26,90 cm), jumlah daun (13,60 daun), polong terisi (11,50 polong), dan berat polong (39,00 g tanaman⁻¹), masing-masing meningkat sebesar 45,4%, 29,5%, 103,5%, dan 161,7% dibandingkan kontrol. Mulsa organik lebih unggul dibandingkan mulsa plastik, kemungkinan karena kontribusinya yang tambahan terhadap kesuburan tanah melalui proses dekomposisi. Secara keseluruhan, mulsa organik yang bersumber secara lokal, terutama Gynura procumbens, merupakan strategi yang berkelanjutan dan efektif untuk meningkatkan produktivitas edamame dalam sistem pertanian organik.
Copyrights © 2026