Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) minuman tradisional memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya nilai tambah produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab rendahnya nilai tambah produk minuman tradisional serta menyusun usulan perbaikan melalui pengembangan desain produk dan kemasan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus pada salah satu UMKM minuman tradisional di RW 7 Sunter Agung, Jakarta Utara. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha, kemudian dianalisis menggunakan metode Why–Why Analysis untuk menemukan akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM memiliki kapasitas produksi sekitar 20–25 botol per hari atau 500–600 botol per bulan dengan harga jual Rp5.000 per botol. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kemasan produk yang masih sederhana tanpa identitas merek dan informasi produk yang memadai serta belum adanya SOP produksi yang terdokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar penyebab rendahnya nilai tambah produk berasal dari belum optimalnya desain kemasan dan belum adanya standarisasi proses produksi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menghasilkan usulan perbaikan berupa pengembangan desain produk dan kemasan yang lebih informatif serta penyusunan SOP produksi yang mencakup tahapan persiapan bahan baku, pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan produk. Usulan perbaikan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026