Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penggunaan kata nūr (نُور) dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik kontekstual. Sebagai penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode analisis isi, kajian ini mengeksplorasi bagaimana sebuah istilah yang secara leksikal berarti "cahaya" mengalami perluasan makna berdasarkan konteks ayatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata nūr dalam Al-Qur’an dapat dipetakan ke dalam tiga kategori utama: makna literal (fisik) yang merujuk pada fenomena alam seperti cahaya bulan ; makna simbolik-spiritual yang merepresentasikan petunjuk Ilahi, iman, dan sifat Allah ; serta makna sosial-normatif yang merujuk pada wahyu atau Al-Qur’an sebagai pedoman etika kehidupan. Analisis sintagmatik dan paradigmatik mengungkapkan bahwa nūr berfungsi sebagai konsep kunci yang menghubungkan dimensi kosmologis, teologis, dan etis secara sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa perluasan makna nūr bukan merupakan bentuk ambiguitas, melainkan sebuah proses metaforisasi yang tetap berakar pada fungsi dasarnya sebagai penerang yang menyingkap kegelapan. Secara akademik, penelitian ini memperkuat urgensi pendekatan linguistik dalam memperkaya penafsiran teks wahyu tanpa mereduksi maknanya hanya pada aspek literal.
Copyrights © 2025