Bekam atau hijamah merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang telah dikenal sejak ribuan tahun silam dan direkomendasikan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari pengobatan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif pengobatan bekam berdasarkan sejarah, praktik tradisional Islam, dan relevansinya dalam kedokteran modern. penelitiaan ini memakai metode tinjauan pustaka dengan mengkaji tujuh artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed, sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bekam memiliki manfaat fisiologis, antara lain membantu proses detoksifikasi, meningkatkan sirkulasi darah, menstimulasi sistem imun, serta memberikan efek analgesik. Secara historis, bekam telah dipraktikkan oleh bangsa Mesir Kuno, Cina, dan Arab, serta mengalami perkembangan pesat di masa kejayaan Islam. Secara medis, bekam terbukti memberikan efek terapeutik terhadap berbagai kondisi seperti nyeri, hipertensi, kolesterol tinggi, hiperurisemia (asam urat), dan hiperglikemia (diabetes). Meskipun efektivitasnya telah diakui dalam sejumlah studi, terapi bekam tetap perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur medis untuk menjamin keamanannya. Penelitian ini memperlihatkan bahwa bekam dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat jika diterapkan secara tepat dan berbasis bukti ilmiah.
Copyrights © 2026