Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap
Vol 18, No 1 (2026): April 2026

Keanekaragaman Kepiting Mangrove di Pantai Merdeka Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara

Dianita Awaliyah Nasution (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Melfa Aisyah Hutasuhut (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jl. Lapangan Golf No. 120, kode pos 20353, Indonesia)
Khairunnisa Khairunnisa (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jun 2026

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove di Pantai Merdeka memiliki peran ekologis penting sebagai habitat berbagai biota, termasuk kepiting mangrove (Bracyura). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kepiting, menganalisis indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E), dan dominansi (C), serta mengetahui kadar logam berat Timbal (Pb) dan korelasi faktor lingkungan terhadap spesies di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan metode observasi deskriptif dengan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun berdasarkan tingkat kerapatan mangrove: Stasiun I (Mangrove Rapat), Stasiun II (Mangrove Sedang), dan Stasiun III (Mangrove Jarang). Pengambilan sampel menggunakan plot meter dan perangkap bubu jaring. Parameter lingkungan yang diukur meliputi pH air/tanah, salinitas, DO, C-Organik, intensitas cahaya, dan kadar Timbal (Pb). Hasil penelitian menemukan delapan jenis kepiting dari masing-masing stasiun yaitu, Scylla traquebarica, Tubuca dussumieri, Austruca triangularis, Austruca perplexa, Parasesarma pictum, Episesarma versicolor, Tubuca rosea, Gelasimus tetragonon dengan Indeks keanekaragaman tertinggi di stasiun II adalah sekitar 1,44 Sementara itu, Indeks Keanekaragaman terendah di stasiun III adalah sekitar 1,17. Kemerataan (E) di ketiga stasiun berkisar antara 0,6–0,7, menunjukkan komunitas kepiting relatif merata tanpa dominansi spesies tertentu. Nilai indeks dominansi (D) berkisar 0,28–0,38, yang berarti tidak ada spesies yang mendominasi secara ekstrem. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor lingkungan pada ketiga stasiun menunjukkan pH air 7,7-7,74, salinitas 12–26 ppt, DO 8,98–11,36 Mg/L yang mendukung habitat kepiting. Pada Setiap stasiun kadar timbal pada air sangat rendah yaitu berkisar (0,001–0,002 mg/L) dan jauh di bawah ambang batas sesuai keputusan standart peraturan pemerintah (0,05 mg/L) sedang pada substrat berkisar <0,07 mg/kg sampai 0,31 mg/kg dan masih dikategorikan rendah karena tidak melampaui batas baku mutu pada Standart acuan Internasional yaitu standart baku mutu berdasarkan United State Environmental Protection Agency (USEPA, 2004) berdasarkan hasil ketiga indeks dan faktor lingkung disetiap stasiun saling berkaitan sehingga dapat menciptakan ekosistem yang tergolong stabil secara ekologis.Kata Kunci:, Jenis Kepiting, Keanekaragaman, Pantai Merdeka Bagan Kuala

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bawal

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap dipublikasikan oleh Pusat Riset Perikanan yang memiliki p-ISSN 1907-8226; e-ISSN 2502-6410 dengan Nomor Akreditasi RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018, 9 Juli 2018. Terbit pertama kali tahun 2006 dengan frekuensi penerbitan tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, ...