Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan gizi daun sisik naga (Pyrrosia piloselloides), serta menganalisis dampak suhu dan lama waktu pengeringan terhadap kualitas teh herbal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua ulangan. Faktor I adalah suhu oven (P): 60°C, 70°C, 80°C, dan 90°C. Faktor II adalah lama waktu pengeringan (W): 2, 3, 4, dan 5 jam. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, rendemen, aktivitas antioksidan, serta organoleptik (warna, aroma, rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu oven berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap kadar antioksidan dan aroma. Waktu pengeringan juga berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap kadar air, aktivitas antioksidan, serta seluruh atribut organoleptik. Interaksi kedua faktor berpengaruh sangat signifikan (p 0,01) terhadap antioksidan dan aroma, namun tidak signifikan (p 0,05) terhadap kadar air, warna, dan rasa. Hasil optimal untuk kandungan antioksidan dicapai pada kombinasi suhu 70°C dan waktu pengeringan 5 jam. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan penggunaan ayakan 40 mesh guna meningkatkan konsistensi pengolahan dan kualitas produk.
Copyrights © 2026