Penelitian ini bertujuan menentukan respon pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di bawah naungan kelapa sawit umur 6 tahun menggunakan kombinasi media tanam dan ekstrak tauge. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah kombinasi media (A0: 600g serbuk gergaji; A1-A3: substitusi ampas tebu 100g, 200g, 300g + serbuk gergaji). Faktor kedua adalah dosis ekstrak tauge (E0: 0 ml; E1-E3: 15, 30, 45 ml/plot). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT 5%.Hasil menunjukkan kombinasi media tanam (A3) menghasilkan berat basah tertinggi sebesar 133,65 g pada panen ke-1. Pemberian ekstrak tauge (E3) menghasilkan berat basah tertinggi sebesar 134,91 g pada panen ke-2. Interaksi antara kedua faktor hanya berpengaruh nyata pada parameter umur panen ke-1 karena kombinasi keduanya mampu merangsang pertumbuhan miselium dan pembentukan badan buah jamur secara efektif.
Copyrights © 2025