Peningkatan kasus ransomware seperti LockBit 3.0 mendorong kebutuhan akan analisis forensik yang cepat dan akurat. Selama ini banyak investigasi mengandalkan tools tradisional yang bekerja secara terpisah, sehingga proses korelasi artefak sering memerlukan waktu lebih lama. Velociraptor sebagai tools modular menawarkan pendekatan yang otomatis dan terpusat. Penelitian ini dilakukan untuk menilai apakah Velociraptor dapat memberikan tingkat akurasi yang setara atau lebih baik dibandingkan tools tradisional ketika digunakan untuk menganalisis serangan ransomware pada lingkungan yang disimulasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Velociraptor lebih cepat secara signifikan dalam akuisisi data, tetapi tools tradisional menghasilkan cakupan artefak yang lebih lengkap. Pada pengujian tiga alur serangan LockBit 3.0, Velociraptor tidak berhasil mendeteksi beberapa taktik MITRE ATT&CK yang sebenarnya dapat diidentifikasi oleh tools tradisional, yaitu pada teknik yang berhubungan dengan taktik Persistence, Privilege Escalation, Defense Evasion, Lateral Movement, Command and Control, serta Exfiltration. Temuan ini menunjukkan bahwa adanya trade-off antara penggunaan tools tradisional dengan Velociraptor.
Copyrights © 2026