Persaingan di sektor kuliner UMKM mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada etika dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Etika bisnis yang diterapkan secara konsisten diyakini berperan penting dalam membentuk dan mempertahankan reputasi usaha dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis bentuk penerapan etika bisnis dalam hubungan pelanggan pada Usaha Pangsit P'chilio di MMTC; (2) mendeskripsikan dampaknya terhadap reputasi usaha; serta (3) mengidentifikasi faktor etis yang paling berpengaruh dalam membangun reputasi positif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, wawancara semi-terstruktur dengan lima pelanggan tetap, serta observasi partisipatif selama dua minggu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menemukan empat dimensi penerapan etika bisnis yang diterapkan secara konsisten oleh Usaha Pangsit P'chilio, yaitu: kejujuran dalam penyajian informasi produk, konsistensi pelayanan (7-15 menit) baik secara tatap muka maupun melalui platform online, penanganan keluhan yang adil dan responsif, serta pendekatan personal yang menghargai preferensi pelanggan. Keempat dimensi tersebut berdampak positif terhadap reputasi usaha yang tercermin dari tingginya loyalitas pelanggan, word-of-mouth yang aktif, dan kemampuan usaha mempertahankan basis pelanggan di tengah penurunan musiman. Disimpulkan bahwa etika bisnis dalam hubungan pelanggan merupakan investasi jangka panjang yang secara langsung membentuk reputasi positif UMKM kuliner. Kata kunci: etika bisnis, hubungan pelanggan, reputasi UMKM, kuliner, studi kasus
Copyrights © 2026