Cyber aggression merupakan perilaku agresif yang dilakukan melalui media digital dan semakin sering ditemukan pada pengguna aktif media sosial. Perilaku ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, di antaranya anonymity dan moral identity. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh anonymity dan moral identity terhadap cyber aggression pada mahasiswa baru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Partisipan penelitian berjumlah 201 mahasiswa baru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Skala Cyber aggression, Skala Anonymity, dan Skala Moral identity yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda menggunakan Jamovi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat cyber aggression (58,71%), anonymity (60,20%), dan moral identity (67,16%) pada kategori sedang. Hasil regresi menunjukkan bahwa moral identity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cyber aggression (β = -1,03; p < 0,001), sedangkan anonimitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cyber aggression (β = 1,61; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,441) menunjukkan bahwa anonymity dan moral identity secara bersama-sama menjelaskan 44,1% variasi cyber aggression, sementara 55,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat anonymity maka akan semakin tinggi kecenderungan cyber aggression, sedangkan semakin tinggi moral identity, semakin rendah kecenderungan cyber aggression. Oleh karena itu, penguatan identitas moral dan peningkatan kesadaran dalam penggunaan media sosial penting dilakukan untuk menekan perilaku cyber aggression pada dewasa awal.
Copyrights © 2026