Crackers merupakan jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Masyarakat membutuhkan asupan MPASI organik kepada balita dengan harga terjangkau, tanpa pengawet dan tanpa tambahan pewarna sintetis. Buah naga mengandung pigmen antosianin yang baik digunakan untuk pewarna alami sedangkan kacang hijau dikenal sebagai sumber protein nabati yang memiliki kandungan protein yang baik dalam pembuatan crackers MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik kimia dan organoleptik yang terbaik pada perbandingan rasio ekstrak buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) crackers MPASI. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk analisis fisiokimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis organoleptik. Dengan rasio penambahan ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau (mL/g) yaitu P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 20:50, P2 = 30:40, P3 = 40:30, P4 = 50:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio perbandingan 50:20 (mL/g) memberikan perlakuan terbaik pada crackers MPASI. Nilai kadar air, kadar abu dan protein crackers akan semakin meningkat jika semakin banyak spoporsi tepung kacang hijau yang ditambahkan sedangkan pada organoleptik akan semakin meningkat jika semakin banyak penambahan ekstrak buah naga yang ditambahkan.
Copyrights © 2026