Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa dalam interaksi jual beli pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Bangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahasa yang digunakan pelaku UMKM, mengetahui alasan pemilihan bahasa tersebut, serta menganalisis pengaruh terhadap kelancaran transaksi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas beberapa pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner di wilayah Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling sering digunakan daripada Bahasa Madura dalam interaksi jual beli. Bahasa Indonesia dipilih karena dianggap lebih universal dan mudah dipahami oleh berbagai masyarakat, sedangkan Bahasa Madura digunakan karena memberikan rasa nyaman dan kedekatan budaya bagi masyarakat asli. Selain itu, beberapa pelaku UMKM menerapkan strategi penyesuaian bahasa sesuai dengan latar belakang pelanggan. Penggunaan kedua bahasa tersebut terbukti mampu mendukung komunikasi yang efektif, menciptakan suasana yang nyaman, serta memperlancar proses transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan bahasa memiliki peran penting dalam membangun hubungan interpersonal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen di lingkungan UMKM Kecamatan Bangkalan.Kata Kunci: UMKM, Bangkalan, Pemilihan Bahasa Dalam Kelancaran Transaksi
Copyrights © 2026