Ketegangan psikologis sering dialami oleh akseptor keluarga berencana (KB) baru sebagai bentuk respon terhadap perubahan fisik dan emosional setelah penggunaan kontrasepsi. Kondisi ini apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kepatuhan penggunaan KB serta kualitas hidup akseptor. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi, khususnya lavender yang memiliki efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi aromaterapi sebagai strategi komplementer dalam mereduksi ketegangan psikologis pada akseptor KB baru. Penelitian ini menggunakan desain preexperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 26 responden, yaitu akseptor KB baru yang mengalami ketegangan psikologis di TPMB Bidan Faridha Nasir, Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala ketegangan psikologis dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat ketegangan psikologis setelah pemberian aromaterapi (p-value < 0,05). Dengan demikian, aromaterapi efektif sebagai strategi komplementer dalam membantu mereduksi ketegangan psikologis pada akseptor KB baru.
Copyrights © 2026