Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produsen tempe, menghadapi masalah produksi yaitu tingkat cacat produk hingga 50% dari produksi harian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacat kritis, menganalisis penyebab utama, dan merancang solusi inovatif untuk menurunkan tingkat kecacatan. Metode yang digunakan meliputi integrasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Root Conflict Analysis (RCA+), dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach (TRIZ). FMEA menunjukkan bahwa bau tidak sedap merupakan cacat utama dengan nilai RPN tertinggi (75). RCA+ mengidentifikasi beberapa akar masalah seperti kemasan tanpa ventilasi, takaran ragi yang tidak konsisten, pencucian kedelai yang tidak optimal, dan perendaman yang terlalu lama. Berdasarkan hasil tersebut, TRIZ digunakan untuk menghasilkan solusi teknis seperti ventilasi kemasan, penggunaan ragi sekali pakai, pencucian bersuhu stabil, dan sistem perendaman otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ketiga metode ini efektif dalam menurunkan angka cacat dan dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu di industri pangan.
Copyrights © 2026