Pada jaringan distribusi listrik penyulang RJPL memiliki 88 Trafo Distribusi dengan menggunakan konfigurasi sistem radial. Penyulang RJPL memiliki total panjang kabel 49.688 m, bisa dikatakan untuk penyulang RJPL ini memiliki luas jaringan yang cukup besar. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rugi-rugi daya serta penurunan tegangan pada sistem. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang sebuah teknologi Distributed Generation (DG) berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid yang akan di injeksi dan saling terinterkoneksi ke dalam sistem jaringan penyulang RJPL. Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid yang direncanakan akan terpasang di Gedung Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya. Dengan hasil perencanaan PLTS berkapasitas 62,45 kWp tersebut akan diinjeksi melalui BUS 60 (BUS beban KIGR) dengan dilengkapi transformator step-up 100 kVa. Dengan menggunakan 4 Skenario Pembebanan yaitu : Kondisi pembebanan eksisting, 40%, 80% dan 100%. Dengan menggunakan 2 parameter hasil yaitu Rugi-Rugi Daya dan Jatuh Tegangan. Hasil dari pemanfaatan Teknologi Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid dapat meminimalisir terjadinya rugi-rugi daya dan meningkatkan tegangan pada sistem jaringan distribusi penyulang RJPL, perubahan yang paling signifikan terjadi pada lokasi yang paling dekat dengan titik injeksi. Walaupun dampak dari Distributed Generation (DG) berbasis PLTS on-grid ini tidak merata ke seluruh titik jaringan di Penyulang RJPL namun terbukti dapat memberikan kontribusi positif pada jaringan dan dapat meningkatkan keandalan sistem dan efisiensi distribusi listrik, serta mendukung dalam pemanfaatan energi baru terbarukan secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026