Abstrak - Turbin gas merupakan komponen vital dalam sistem pembangkit listrik yang kerap menghadapi tantangan fluktuasi beban operasional. Penelitian ini mengkaji secara mendalam optimasi performa gas turbine (GT1) di PT. PLN Indonesia Power UBP Cilegon melalui analisis terhadap empat variasi beban, yaitu 79 MW, 85 MW, 125 MW, dan 150 MW. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan mengukur parameter termodinamika meliputi suhu masuk dan keluar kompresor, suhu ruang bakar, suhu gas buang, tekanan pada tiap titik siklus, serta laju aliran bahan bakar gas alam. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi termal turbin gas cenderung stagnan bahkan menurun pada beban puncak, berkisar antara 27,74% hingga 27,88%, meski konsumsi bahan bakar meningkat signifikan dari 6,45 kg/s pada beban 79 MW menjadi 12,3 kg/s pada beban 150 MW. Suhu ruang bakar (T3) tercatat meningkat drastis dari 1.285 K menjadi 1.505 K, mengindikasikan intensifikasi pembakaran yang berpotensi mempercepat degradasi material komponen. Temuan ini menegaskan bahwa titik operasi optimal turbin berada pada rentang beban menengah (85–125 MW), di mana keseimbangan antara output daya dan konsumsi energi paling efisien.
Copyrights © 2026