Kalurahan Sendangsari merupakan kawasan hinterland yang mengalami perkembangan keruangan hampir setara perkotaan. Kalurahan ini memiliki potensi wisata yang beragam, berupa potensi alam, potensi budaya dan peninggalan bersejarah, kerajinan, serta kuliner. Permasalahan yang dihadapi adalah belum tersedianya masterplan tata ruang desa di Kalurahan Sendangsari, sehingga masyarakat kesulitan untuk merencanakan pengembangan potensi dan menyusun program kegiatan kedepan. Kegiatan abdimas ini dilakukan dengan tujuan melaksanakan pendampingan dalam penyusunan masterplan tata ruang desa di Kalurahan Sendangsari berdasarkan peta potensi wilayah yang disusun melalui transek desa melalui Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode yang akan dilakukan dalam kegiatan abdimas ini adalah pemetaan digital partisipatif dan transek desa berbasis masyarakat. Pemetaan partisipatif dilaksanakan oleh masyarakat dengan pendampingan tim abdimas. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan operator perangkat lunak Avenza Map untuk merekam jalur dan titik-titik potensial sebagai lokasi pusat kegiatan dan pembagian zona ruang untuk mewadahi kegiatan tersebut dengan pendekatan PRA.
Copyrights © 2026