Fluktuasi harga dan tingginya tingkat kerusakan pascapanen menjadi hambatan utama bagi Kelompok Tani Samarasa di Desa Mesjid Tuha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen melalui teknologi pengolahan pangan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi penanganan pascapanen (Good Handling Practices), pelatihan pembuatan abon cabai dengan bumbu lokal, serta edukasi pengemasan standar ritel. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 85% dalam diversifikasi produk. Transformasi cabai segar menjadi abon mampu memperpanjang masa simpan hingga enam bulan dan meningkatkan margin keuntungan petani saat harga pasar jatuh. Kegiatan ini penting sebagai upaya hilirisasi produk pertanian untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani melalui penciptaan nilai tambah komoditas.
Copyrights © 2026