Penelitian ini bertujuan menganalisis lagu "Bayar Bayar Bayar" oleh Band Sukatani sebagai wujud kritik sosial dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Lagu ini menggambarkan kegalauan masyarakat mengenai praktik birokrasi yang korup, beban ekonomi, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh individu dalam institusi, terutama kepolisian. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual serta analisis teks, praktik diskursif, dan kegiatan sosial dalam lirik lagu. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa lirik lagu yang berulang dan jelas berfungsi sebagai sarana perlawanan simbolik yang mencerminkan ketidakadilan sosial dan ekonomi di Indonesia. Dengan distribusi digital dan reaksi masyarakat, lagu ini berhasil menciptakan ruang diskursif anyar yang mencerminkan kesadaran bersama tentang ketidakadilan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik, khususnya genre punk, masih berfungsi sebagai alat komunikasi politik dan cerminan ideologis di zaman digital.
Copyrights © 2026