Studi ini mengkaji bagaimana praktik berbagi stiker absurd berfungsi sebagai strategi komunikasi in-group di kalangan pengguna Generasi Z dalam grup WhatsApp pertemanan di Majalengka. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) sebagai kerangka utama, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana stiker absurd beroperasi bukan sekadar ekspresi visual, melainkan sebagai penanda simbolik yang mendefinisikan keanggotaan kelompok dan memperkuat kohesi sosial. Data dikumpulkan melalui observasi percakapan grup WhatsApp dan wawancara mendalam dengan delapan informan Gen-Z berusia 18-25 tahun. Temuan mengungkap tiga fungsi komunikatif utama: (1) stiker absurd berfungsi sebagai penanda batas sosial yang membedakan anggota in-group dari orang luar, (2) ia menjalankan fungsi fatik yang mempertahankan koneksi kelompok melampaui konten literal, dan (3) interpretasi bersama atas absurditas mengonstruksi identitas kolektif melalui proses pemaknaan mutual. Studi ini berkontribusi pada kelangkaan penelitian konteks Indonesia tentang humor digital sebagai mekanisme ikatan sosial dan memperluas diskusi tentang bagaimana artefak digital non-verbal berpartisipasi dalam konstruksi identitas di kalangan pengguna digital muda.
Copyrights © 2026