Penggunaan pupuk kimia secara intensif dalam peningkatan produksi pertanian dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti kerusakan struktur tanah dan pencemaran air tanah. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan pupuk organik cair (POC), termasuk yang berbahan baku pelepah kelapa sawit, yang mampu memperbaiki sifat fisik tanah karena mengandung mikroorganisme pengurai. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2024 di Kebun Percobaan 1 Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (tanpa POC), P1 (20 ml POC dekomposer EM4), P2 (50 ml POC dekomposer EM4), P3 (20 ml POC dekomposer MOL bonggol pisang), dan P4 (50 ml POC dekomposer MOL bonggol pisang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Tinggi bibit tertinggi pada umur 6 minggu setelah tanam terdapat pada perlakuan P2 (50 ml POC dekomposer EM4). Diameter batang terbesar pada umur 8 minggu setelah tanam juga terdapat pada perlakuan P2. Sementara itu, jumlah daun terbanyak pada umur 8 minggu setelah tanam ditemukan pada perlakuan P0 (tanpa POC). Kata kunci: pembibitan kelapa sawit, pupuk organik cair, mikroorganisme
Copyrights © 2026