Aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang dikelola Kemendikdasmen digunakan lebih dari 400.000 satuan pendidikan di Indonesia sebagai sistem pelaporan data nasional yang wajib. SDN Beneng teridentifikasi memiliki 6 peserta didik bermasalah dalam sistem Verval—meliputi duplikasi NIK/NISN dan ketidaksesuaian identitas—yang berulang tanpa penanganan sistematis, serta belum pernah dilakukan audit berbasis COBIT 5. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kematangan tata kelola aplikasi Dapodik di SDN Beneng berdasarkan empat domain COBIT 5—DSS01, DSS03, DSS05, dan MEA01—serta menganalisis kesenjangan antara kondisi aktual dan expected level (Level 3). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan triangulasi data dari kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sebanyak 5 responden dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan rata-rata nilai 1,87 yang berada pada Level 1 (Performed Process) dengan gap riil +2,00 terhadap Level 3. Nilai per domain: DSS01 (1,76), DSS03 (1,92), DSS05 (1,84), dan MEA01 (1,96). DSS05 menjadi prioritas perbaikan utama karena ketiadaan kebijakan keamanan akun tertulis dan akses kepala sekolah ke sistem. Gap +2,00 menegaskan urgensi formalisasi prosedur pengelolaan Dapodik di SDN Beneng.
Copyrights © 2026