Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bogor menghadapi ketidakmerataan produksi (118.711,85 ton/tahun 2024) akibat biaya pakan tinggi dan distribusi tidak efisien. Penelitian ini menerapkan K-Means Clustering (k=3) pada data Dinas Perikanan untuk memetakan 40 kecamatan berdasarkan RTP, luas tambak (Ha), dan produksi ton. Hasil: 4 kecamatan potensi tinggi (Cluster 1, e.g., Ciseeng RTP 675), 10 sedang (Cluster 2), 26 rendah (Cluster 3); Silhouette Coefficient 0.7026 (medium structure). Prototipe web Python/Streamlit (95% validasi ahli, 85% pengguna PSSUQ) mendukung visualisasi peta digital. Pendekatan ini tingkatkan efisiensi kebijakan perikanan.
Copyrights © 2026