Transportasi benih ikan dalam sistem basah tertutup berisiko menurunkan kualitas air akibat akumulasi hasil respirasi dan ekskresi, terutama pada kepadatan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepadatan terhadap sintasan dan kualitas air benih ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) ukuran 3–5 cm selama transportasi darat tertutup. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan kepadatan, yaitu 50, 75, 100, dan 125 ekor per kantong, masing-masing enam ulangan. Transportasi dilakukan pada rute Kediri–Surabaya dengan durasi sekitar 4 jam. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, derajat keasaman (pH), dan oksigen terlarut sebelum dan sesudah transportasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih. Kepadatan 50, 75, dan 100 ekor per kantong menghasilkan sintasan berturut-turut sebesar 98,33%, 96,89%, dan 94,50%, serta tidak berbeda nyata. Sebaliknya, kepadatan 125 ekor per kantong menurunkan sintasan menjadi 80,93%, disertai penurunan oksigen terlarut hingga 4,23 mg/L, penurunan pH menjadi 6,65, dan peningkatan suhu menjadi 27,75°C. Disimpulkan bahwa kepadatan hingga 100 ekor per kantong merupakan batas aman untuk mempertahankan sintasan benih bawal air tawar selama transportasi basah tertutup berdurasi sekitar 4 jam.
Copyrights © 2026