Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN

Pengaruh Kepadatan Tebar terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Transportasi Sistem Basah Tertutup: Effect of Stocking Density on the Survival of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fry during Closed Wet Transportation

Hadi Bambang Purnomo (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Maria Agustin (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Didik Budiyanto (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Transportasi sistem basah tertutup merupakan metode yang umum digunakan dalam distribusi benih ikan nila (Oreochromis niloticus), namun peningkatan kepadatan tebar selama pengangkutan dapat menurunkan kualitas media, meningkatkan stres, dan menurunkan kelangsungan hidup benih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepadatan tebar terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila pada transportasi sistem basah tertutup. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan kepadatan, yaitu 1.000, 1.500, 2.000, dan 2.500 ekor per 5 L air, masing-masing dengan enam ulangan. Benih berukuran 2–3 cm diberok selama 24 jam, kemudian diangkut menggunakan kantong plastik berisi air dan oksigen murni pada rute Kediri–Sidoarjo selama 4 jam 5 menit. Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup, suhu, pH, oksigen terlarut, dan amonia. Data kelangsungan hidup dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tebar berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada kepadatan 1.000 ekor/5 L sebesar 97,50%, kemudian menurun menjadi 94,50%, 88,67%, dan 81,17% pada kepadatan berturut-turut 1.500, 2.000, dan 2.500 ekor/5 L. Kualitas air selama transportasi masih berada pada kisaran yang dapat ditoleransi, meskipun konsentrasi amonia cenderung meningkat pada kepadatan yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan 1.000 ekor/5 L merupakan kepadatan optimal untuk transportasi sistem basah tertutup benih ikan nila karena mampu mempertahankan tingkat kelangsungan hidup tertinggi

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpk

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian ...