Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN

Prevalensi dan Keanekaragaman Ektoparasit pada Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Dipelihara pada Berbagai Tipe Dasar Kolam di Kabupaten Jember: Prevalence and Diversity of Ectoparasites in Gourami (Osphronemus gouramy) Reared in Ponds with Different Bottom Types in Jember Regency

I Dewa Made Jaka Budi Kurniawan (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Sri Oetami Madyowati (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Sumaryam (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas budidaya air tawar bernilai ekonomi tinggi yang rentan mengalami penurunan produktivitas akibat infestasi ektoparasit. Perbedaan tipe dasar kolam diduga memengaruhi kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan parasit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ektoparasit dan menentukan prevalensinya pada ikan gurami yang dipelihara pada berbagai tipe dasar kolam di Kabupaten Jember. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive terhadap 30 ekor ikan gurami yang berasal dari tiga tipe kolam, yaitu dasar tanah, beton, dan terpal, masing-masing sebanyak 10 ekor. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan secara klinis dan mikroskopis pada lendir, sirip, dan insang, sedangkan prevalensi dihitung berdasarkan persentase ikan yang terinfeksi. Kualitas air diamati melalui pengukuran suhu, pH, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian mengidentifikasi empat jenis ektoparasit, yaitu Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., dan Oodinium sp. Jumlah ektoparasit tertinggi ditemukan pada kolam dasar tanah (290 individu), diikuti kolam beton (157 individu) dan kolam terpal (106 individu). Trichodina sp. merupakan ektoparasit yang paling dominan dengan prevalensi tertinggi mencapai 100% pada kolam dasar tanah. Kisaran kualitas air selama penelitian, yaitu suhu 27,0–29,9 °C, pH 7,0, dan oksigen terlarut 4,0–5,7 mg/L, masih mendukung kehidupan ikan sekaligus memungkinkan perkembangan ektoparasit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe dasar kolam berhubungan dengan tingkat infestasi ektoparasit sehingga pengelolaan dasar kolam dan pengendalian akumulasi bahan organik perlu diterapkan untuk mengurangi risiko infeksi pada budidaya ikan gurami

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpk

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian ...