Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN

Deteksi dan Prevalensi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Lobster Bambu (Panulirus versicolor) Menggunakan Nested PCR di Jawa Timur: Detection and Prevalence of White Spot Syndrome Virus (WSSV) in Bamboo Lobster (Panulirus versicolor) Using Nested PCR in East Java

Destik Rosyana (3Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Maria Agustin (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Sumaryam (Program Studi Budidaya Perairan, Fakultasnya Teknologi Pangan dan Perikanan, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Lobster bambu (Panulirus versicolor) merupakan komoditas krustasea bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi menjadi pembawa berbagai agen penyakit, termasuk White Spot Syndrome Virus (WSSV). Penelitian ini bertujuan mendeteksi keberadaan WSSV dan menentukan prevalensinya pada lobster bambu yang dilalulintaskan melalui sistem karantina di Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan molekuler terhadap 20 ekor lobster bambu asal Sumenep, Madura, yang diperiksa pada periode November–Desember 2025. Jaringan insang dan pleopod diekstraksi menggunakan silica extraction kit dan dianalisis menggunakan nested Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer 146F1/146R1 dan 146F2/146R2. Produk amplifikasi divisualisasikan melalui elektroforesis gel agarosa 1,5%. Hasil pengamatan klinis menunjukkan seluruh lobster tampak sehat tanpa gejala khas infeksi WSSV. Namun, hasil nested PCR mendeteksi satu sampel positif yang ditandai oleh pita DNA berukuran sekitar 941 bp, sedangkan 19 sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Berdasarkan hasil tersebut, prevalensi WSSV pada lobster bambu sebesar 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa lobster bambu yang tampak sehat berpotensi berperan sebagai pembawa subklinis WSSV. Oleh karena itu, penerapan skrining molekuler secara rutin diperlukan untuk mendukung biosekuriti dan pengawasan lalu lintas komoditas krustasea melalui sistem karantina.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpk

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian ...