Transportasi sistem tertutup merupakan metode yang umum digunakan dalam distribusi benih ikan nila (Oreochromis niloticus), namun berpotensi menimbulkan stres akibat penurunan kualitas air, akumulasi metabolit, dan keterbatasan ruang gerak selama pengangkutan. Penggunaan sedatif alami menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aktivitas metabolisme ikan dan meningkatkan kelangsungan hidup selama transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dosis minyak serai (Cymbopogon sp.) terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila pada transportasi sistem tertutup. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dosis minyak serai, yaitu 0,01; 0,02; 0,03; dan 0,05 mL/L, masing-masing dengan enam ulangan. Setiap unit percobaan menggunakan 100 ekor benih ikan nila berukuran 5–7 cm. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis minyak serai berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada dosis 0,02 mL/L sebesar 98,3%, diikuti dosis 0,01 mL/L sebesar 96,5%, dosis 0,03 mL/L sebesar 92,3%, dan dosis 0,05 mL/L sebesar 90,5%. Selama transportasi, suhu berkisar 26,3–27,5 °C, pH 6,8–7,2, dan oksigen terlarut 5,2–6,8 mg/L yang masih mendukung kehidupan ikan. Dosis minyak serai 0,02 mL/L direkomendasikan sebagai dosis optimum untuk meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan nila pada transportasi sistem tertutup.
Copyrights © 2026