Berakar pada dominasi etos kerja pedagang perantau Madura di Desa Wedoro, studi fenomenologis ini mengurai konstruksi makna pekerjaan dan kekayaan yang membentuk semangat kapitalisme khas mereka. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan, temuan mengungkap bahwa kerja dimaknai sebagai panggilan jiwa yang mengharmoniskan tanggung jawab keluarga, ibadah mencari rezeki halal, dan jalan menuju kemandirian. Sementara itu, kekayaan dimaknai secara menarik melalui konsep barokah (keberkahan), yang menekankan kualitas hidup berupa ketenangan dan keterhindaran dari musibah, bukan akumulasi materi semata. Konstruksi makna inilah yang menempa etos kerja gigih, disiplin, dan rasional. Adaptasi teori Max Weber menemukan tiga pergeseran kunci: calling yang bersifat kolektif, predestinasi yang menjelma menjadi tawakal aktif, serta asketisme duniawi yang berorientasi pada keberlanjutan keluarga. Studi ini menawarkan perspektif alternatif bahwa praktik ekonomi berbasis nilai religius-kultural mampu merajut spirit kapitalisme yang berorientasi pada kebahagiaan dunia-akhirat. Selain itu, temuan ini direkomendasikan sebagai sumber belajar IPS kelas VII pada materi “upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi” dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
Copyrights © 2026