Latar Belakang: Pijat bayi dapat meningkatkan kualitas tidur bayi (76%) dan meningkatkan hubungan emosional ibu dan bayi (68%). Ibu dengan ekonomi rendah (58%) tetap memanfaatkan layanan pijat bayi karena biaya terjangkau dan adanya dukungan budaya masyarakat terhadap praktik pijat bayi.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki baduta sehat dan menggunakan layanan kesehatan di TPMB Bd. M. Kota Bogor sebanyak 78 responden. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis statistik deskriptif dan uji Chi-Square.Hasil: Responden memiliki pengetahuan baik (59%), status ekonomi rentan (57,7%), persepsi pijat bayi positif (57,7%), dukungan keluarga mendukung (84,6%) dan tidak pernah mempunyai pengalaman pemanfaatan pijat bayi (55,1%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pengalaman ibu (p = 0,948), persepsi terhadap pengalaman ibu (p = 0,288), dukungan keluarga terhadap pengalaman ibu (p = 0,182), sedangkan ada hubungan antara tingkat ekonomi ibu dengan pengalaman ibu (p = 0,031).Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ekonomi memiliki hubungan dengan pemanfaatan penggunaan layanan pijat bayi.
Copyrights © 2026