Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang memerlukan penanganan khusus, salah satunya tindakan ablasi jantung. Pembiayaan dengan sistem INA-CBG’s, termasuk ablasi jantung seringkali tidak sesuai dengan biaya riil yang dihabiskan yang berdampak pada efisiensi keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya riil dan tarif INA-CBG’s pada pasien aritmia yang menjalani tindakan ablasi jantung di rawat inap RSUP Dr. Kariadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder rekam medis dan keuangan rumah sakit pasien periode Januari – Desember 2024. Analisis dilakukan terhadap biaya riil dengan tarif INA-CBG’s, serta faktor yang memengaruhi biaya riil. Hasil analisis menunjukkan terdapat selisih negatif sebesar Rp21.910.239,11 dan perbedaan signifikan (p = 0,00) antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s. Selisih tersebut dibayarkan oleh rumah sakit, sehingga menyebabkan kerugian. Faktor kelas rawat inap menunjukkan adanya pengaruh terhadap biaya riil, sedangkan usia, jenis kelamin, LoS, penyakit penyerta, dan tingkat keparahan tidak terdapat pengaruh terhadap biaya riil. Kesimpulannya terdapat selisih negatif antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s yang menunjukkan rumah sakit mengalami kerugian, oleh karena itu perlu evaluasi lebih lanjut terkait penyesuaian tarif INA-CBG’s.
Copyrights © 2026