Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pada tahun 2021 tercatat 278.261 kasus pneumonia di Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus tertinggi 74.071 dan Kabupaten Sidoarjo dengan 9.308 kasus pada balita. Antibiotik merupakan terapi utama, namun penggunaan yang tidak rasional beresiko menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berdasarkan empat parameter, yaitu tepat diagnosis, pasien, jenis antibiotik, dan regimen dosis yang mencakup dosis, rute, interval, dan lama pemberian. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data rekam medis pasien periode September 2022–September 2024 dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Penelitian dilakukan terhadap 39 pasien balita yang memenuhi kriteria inklusi. Pedoman evaluasi yang digunakan yaitu Permenkes nomor 28 tahun 2021 dan IDAI 2025. Hasil evaluasi menunjukkan tepat diagnosis, pasien, jenis pemilihan antibiotik, rute pemberian, interval pemberian dan lama pemberian sebesar (100%). Sementara itu, tepat dosis didapatkan hasil (97,4%) karena pada satu pasien menerima dosis yang tidak sesuai pada pemberian cefotaxime bila dilihat dari data berat badan pasien ideal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo telah rasional sesuai dengan parameter evaluasi yang digunakan.
Copyrights © 2026