Paparan sinar UV-B dapat menurunkan jumlah kolagen yang berpotensi penuaan dini pada kulit. Bawang putih hitam mengandung senyawa aktif seperti S-allyl cysteine (SAC), fenolik, dan flavonoid yang berpotensi menetralkan radikal bebas penyebab penuaan kulit. Keterbatasan terkait stabilitas penghantaran senyawa aktif bawang putih hitam sehingga diperlukan pengembangan seperti teknologi nanopartikel untuk efektivitas penghantaran senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perkembangan teknologi nanopartikel bawang putih hitam sebagai antioksidan alami dalam aplikasi kosmetik topikal anti-penuaan. Metode yang digunakan berupa Systematic Literature Review (SLR) berupa analisis bibliometrik pada berbagai artikel ilmiah mengenai topik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan perkembangan yang baik pada penggunaan aplikasi nanopartikel bawang putih dalam topikal kosmetik anti-penuaan. Kandungan SAC 5-6 kali, serta kadar fenolik dan flavonoid lebih tinggi dibandingkan bawang putih segar yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan kuat yaitu IC50 sebesar 13-32,8 ppm. Peningkatan stabilitas penghantaran senyawa aktif melalui teknologi seperti Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dalam aplikasi serum menunjukkan aktivitas senesensi dan inhibisi MMP-1 dan MMP-2, selain itu pemanfaatan teknologi nanopartikel perak bawang putih hitam memiliki aktivitas antioksidan IC50 sebesar 21,16 ppm dan diaplikasikan dalam sediaan masker gel peel-off. Perspektif masa depan dapat dipertimbangkan untuk melaksanakan studi inovatif lebih lanjut terkait potensi bawang putih hitam sebagai bahan aktif topikal anti-penuaan.
Copyrights © 2026