Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh berdasarkan pendekatan Value for Money, yang dievaluasi melalui rasio ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2018–2024. Data yang digunakan mencakup anggaran dan realisasi pendapatan serta belanja daerah, yang dianalisis menggunakan rasio ekonomis, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekonomis Banda Aceh selalu berada di bawah 100 persen pada seluruh tahun pengamatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemerintah telah melaksanakan belanja secara ekonomis dan tidak terjadi pemborosan anggaran. Namun, rasio efisiensi menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh belum mampu mengelola keuangan secara efisien, karena sebagian besar tahun berada pada kategori kurang efisien hingga tidak efisien, dengan tahun 2023 sebagai tahun paling tidak efisien ketika realisasi belanja melebihi pendapatan. Sementara itu, rasio efektivitas menunjukkan kinerja yang baik, di mana Banda Aceh berhasil mencapai bahkan melampaui target pendapatan, dengan tahun 2023 sebagai tahun sangat efektif. ekonomis dan efektif, meskipun efisiensi masih menjadi tantangan utama. Penguatan pengelolaan pendapatan dan pengendalian belanja diperlukan untuk meningkatkan keberlanjutan fiskal daerah ke depan. Kata kunci :Value for Money, Rasio Ekonomis, Rasio Efisiensi, Rasio Efektivitas, Kinerja Keuangan
Copyrights © 2026